Kuliner Pedas Jatinangor - Makanan pedas kini menjadi makanan yang sangat
digandrungi oleh para generasi muda. Banyaknya influencer yang membuat konten
mengenai makanan di media sosial banyak mencuri perhatian generasi muda. Salah
satu konten yang sedang marak-maraknya adalah dengan membuat tantangan memakan
makanan pedas yang membuat viewers influencer tersebut merasa tertantang untuk
mencobanya juga. Geprek kini menjadi makanan yang nge-hits dan mudah untuk di
dapatkan karna penyajiannya yang tidak memakan waktu lama. Sesuai dengan lidah
orang Indonesia yang menyukai rasa pedas, geprek menjadi salah satu makanan yang
mempunyai tingkat kepedasan membuat banyak orang tertarik untuk mencoba dan
ketagihan dengan cita rasanya. Salah satu ayam geprek terfavorit dan banyak
diminati oleh para mahasiswa di kawasan Jatinangor ialah Ayam Geprek Bebas yang
merupakan salah satu cabang dari tempat makan di Bandung.
Sesuai dengan
namanya, Ayam Geprek Bebas menawarkan sajian menu yang “bebas”. Maksudnya,
pembeli bebas menambah porsi nasi dan minum sesuka hati. Ingat, hanya nasi dan
minum lho! Kelebihan lainya, Ayam
Geprek Bebas menyediakan level kepedasan dari 1-100 cabai dimana kita dapat
menambah cabai tanpa dikenakan biaya. Harga yang dikenakan untuk nasi dan ayam
berkisar Rp. 15.000 dan sudah termasuk dalam harga murah untuk ukuran kocek mahasiswa.
Selain ayam, tersedia juga telor dadar geprek, tempe, tahu dan kol goreng serta
menu minuman yang beragam dengan kisaran harga mulai dari 4000-an
Dalam satu porsi berisikan tumpukan nasi dan ayam. Kebetulan di foto ini
kami memesan ayam geprek level 5 dan dengan tambahan kol goreng. Terlihat dari
ayamnya yang tidak hanya digeprek dengan cabai saja, namun juga diberi
rempah-rempah khas Indonesia menciptakan cita rasa berbeda dari ayam geprek
lainnya. Rasa asin, pedas, dan manis dari ayam yang melebur di dalam lidah
membuat kami ketagihan untuk memakannya lagi dan lagi.
Pada saat kami mencoba makanan untuk survei kami mewawancarai salah satu
pekerja yaitu Mas Taufik, untuk memberikan kami informasi lebih dalam mengenai
Ayam Geprek Bebas ini. Ia berkata, Ayam Geprek Bebas sajiannya kurang lebih
sama dengan ayam geprek lainnya. Yang membedakan adalah bumbu yang dibuat
sendiri. Alasan pemilihan nama Ayam Geprek Bebas juga bukan hadir tanpa konsep.
“Kenapa namanya Ayam Geprek Bebas? Karena disini para pembeli boleh menambah
nasi beberapa kali tanpa dikenakan biaya tambahan. Mau cabainya berapa puluh
biji pun bebas tidak dikenai biaya. Pokoknya semua bebas. Makanya namanya Ayam
Geprek Bebas.” ujar Mas Taufik, saat ditemui di tempat, Minggu (21/10/2018).
Tempat makan Ayam Geprek Bebas yang kami kunjungi ini juga sangat
memperhatikan kebersihan tempat makannya. Dengan tempat yang luas serta dapat
memuat banyak orang, menjadikan tempat ini sangat pas dan nyaman untuk makan
dan berkumpul bersama dengan keluarga maupun teman. Yang disayangkan hanyalah
tempat parkir yang kurang luas untuk penempatan kendaraan roda empat. Tempat
ini hanya menyediakan parkir untuk motor dan kurangnya tempat untuk memarkirkan
mobil.
Menurut kami tempat makan Ayam Geprek Bebas ini merupakan tempat makan yang
recomanded untuk kalian para mahasiswa penyuka pedas dan yang pasti harga
makanan sesuai dengan isi kantong kalian. Selain itu, rasa ayam geprek yang
berbeda dengan ayam geprek lainnya akan membuat kalian ketagihan untuk terus
mencobanya. Buat kalian yang akan berkunjung ke tempat makan ini bisa
dikunjungi mulai dari jam 10.00 hingga 22.00. Tetapi jangan terlalu sering juga
ya gaes! Karna terlalu banyak memakan cabai juga tidak baik untuk kesehatan
usus dan lambung kalian. Ntap! Selamat mencoba! :)








Comments
Post a Comment