SENSASI BEBAS! Makan di Ayam Geprek Bebas



 Minggu, 21/10/18
Agnes Monica Marpaung
(210510170076)
Fiona Nur Nabila
(210510170059)




Kuliner Pedas Jatinangor - Makanan pedas kini menjadi makanan yang sangat digandrungi oleh para generasi muda. Banyaknya influencer yang membuat konten mengenai makanan di media sosial banyak mencuri perhatian generasi muda. Salah satu konten yang sedang marak-maraknya adalah dengan membuat tantangan memakan makanan pedas yang membuat viewers influencer tersebut merasa tertantang untuk mencobanya juga. Geprek kini menjadi makanan yang nge-hits dan mudah untuk di dapatkan karna penyajiannya yang tidak memakan waktu lama. Sesuai dengan lidah orang Indonesia yang menyukai rasa pedas, geprek menjadi salah satu makanan yang mempunyai tingkat kepedasan membuat banyak orang tertarik untuk mencoba dan ketagihan dengan cita rasanya. Salah satu ayam geprek terfavorit dan banyak diminati oleh para mahasiswa di kawasan Jatinangor ialah Ayam Geprek Bebas yang merupakan salah satu cabang dari tempat makan di Bandung.



 Sesuai dengan namanya, Ayam Geprek Bebas menawarkan sajian menu yang “bebas”. Maksudnya, pembeli bebas menambah porsi nasi dan minum sesuka hati. Ingat, hanya nasi dan minum lho! Kelebihan lainya, Ayam Geprek Bebas menyediakan level kepedasan dari 1-100 cabai dimana kita dapat menambah cabai tanpa dikenakan biaya. Harga yang dikenakan untuk nasi dan ayam berkisar Rp. 15.000 dan sudah termasuk dalam harga murah untuk ukuran kocek mahasiswa. Selain ayam, tersedia juga telor dadar geprek, tempe, tahu dan kol goreng serta menu minuman yang beragam dengan kisaran harga mulai dari 4000-an



 Dalam satu porsi berisikan tumpukan nasi dan ayam. Kebetulan di foto ini kami memesan ayam geprek level 5 dan dengan tambahan kol goreng. Terlihat dari ayamnya yang tidak hanya digeprek dengan cabai saja, namun juga diberi rempah-rempah khas Indonesia menciptakan cita rasa berbeda dari ayam geprek lainnya. Rasa asin, pedas, dan manis dari ayam yang melebur di dalam lidah membuat kami ketagihan untuk memakannya lagi dan lagi.






Pada saat kami mencoba makanan untuk survei kami mewawancarai salah satu pekerja yaitu Mas Taufik, untuk memberikan kami informasi lebih dalam mengenai Ayam Geprek Bebas ini. Ia berkata, Ayam Geprek Bebas sajiannya kurang lebih sama dengan ayam geprek lainnya. Yang membedakan adalah bumbu yang dibuat sendiri. Alasan pemilihan nama Ayam Geprek Bebas juga bukan hadir tanpa konsep. “Kenapa namanya Ayam Geprek Bebas? Karena disini para pembeli boleh menambah nasi beberapa kali tanpa dikenakan biaya tambahan. Mau cabainya berapa puluh biji pun bebas tidak dikenai biaya. Pokoknya semua bebas. Makanya namanya Ayam Geprek Bebas.” ujar Mas Taufik, saat ditemui di tempat, Minggu (21/10/2018). 



Tempat makan Ayam Geprek Bebas yang kami kunjungi ini juga sangat memperhatikan kebersihan tempat makannya. Dengan tempat yang luas serta dapat memuat banyak orang, menjadikan tempat ini sangat pas dan nyaman untuk makan dan berkumpul bersama dengan keluarga maupun teman. Yang disayangkan hanyalah tempat parkir yang kurang luas untuk penempatan kendaraan roda empat. Tempat ini hanya menyediakan parkir untuk motor dan kurangnya tempat untuk memarkirkan mobil.



Menurut kami tempat makan Ayam Geprek Bebas ini merupakan tempat makan yang recomanded untuk kalian para mahasiswa penyuka pedas dan yang pasti harga makanan sesuai dengan isi kantong kalian. Selain itu, rasa ayam geprek yang berbeda dengan ayam geprek lainnya akan membuat kalian ketagihan untuk terus mencobanya. Buat kalian yang akan berkunjung ke tempat makan ini bisa dikunjungi mulai dari jam 10.00 hingga 22.00. Tetapi jangan terlalu sering juga ya gaes! Karna terlalu banyak memakan cabai juga tidak baik untuk kesehatan usus dan lambung kalian. Ntap! Selamat mencoba! :)


Comments