MAS BOYYY !!! Ga Selamanya Hanya Untuk si Boy



            Zuljuhdi Nasution (210510170063)
            Rizal Ahmady (210510170070)
            Muhammad Ihsan (210510170074)

            Tidak lama dari waktu kami menulis konten ini, kami sempat menyantap suatu hidangan yang disebut sebagai Ayam Geprek oleh kebanyakan orang. Dengan rasa penasaran yang tinggi akan “Seperti apa sih Ayam Geprek tuhh ?” oleh karenanya kami akhirnya memutuskan untuk mencobanya sebagai menu makan siang kami kemarin. Kemudia kami mencari-cari tempat makan yang menyediakan menu tersebut, dan kebetulan tak jauh dari tempat kami berangkat, tepatnya di daerah Jatinangor. Dan rumah makan yang kami kunjungi adalah “Ayam Geprek Mas Boy”.
            “Ayam Geprek Mas Boy” merupakan sebuah frenchise dari  rumah makan  ayam geprek yang ada di bandung. Dan frenchise tersebut berpusat tepatnya di jalan leuwipanjang. Dan salah satu cabang dari frenchise tersebut berada di jatinangor. Namun, pada awalnya rumah makan tersebut bukanlah cabang dari “Ayam Geprek Mas Boy” melainkan merupakan cabang dari frenchise rumah makan ayam geprek yang berasal dari Jakarta. “Ayam Geprek Mas Boy” itu sendiri baru berjalan selama 2 bulan terakhir.
Ketika kami datang kesana, tampak dari luar tempat makan tersebut bukanlah tempat makan yang mewah. Dan juga peralatan makanan disana bisa dibilang cukup sederhana. Namun, disamping dari semua kesederhanaan itu semua rasa lapar di perut seakan terbayar dengan lunas hanya dengan biaya minimal Rp.15.000.




Selain Ayam Geprek yang dijual disana. Rumah makan tersebut juga menjual menu yang cukup bervariasi diantaranya: ikan gurame,tempe goring, tahu goring, sate usus dan kol goreng dengan harga mulai dari Rp.1000. pada kesempatan kali ini, kami menyicipi 2 hidangan utamanya yaitu paket boy 1 yang terdiri dari nasi + ayam geprek dan paket boy 2 yang terdiri dari nasi + ayam goreng + tahu + tempe + es the manis. Tingkat kepedasan rasa yang kami pilih adalah level 3 dan level 7. Cita rasa dari hidangan tersebut tidak terpungkiri enaknya, perpaduan antara bumbu inti dan juga tabahan kacang goreng bubuk yang dipadukan dengan gurihnya ayam yang suduh di bumbui dan digoreng dengan tingkat kematangan yang tepat yang menciptakan tingkat renyahnya ayam diluar namun tetap lemut di dalam.  Sambal dana yam tersebut bila disatukan menjadi perpaduan yang sangat enak. Selain itu juga keunikan dari “Ayam Gepuk Mas Boy” ini adalah bisa tambah nasi dan juga sambal sepuanya yang membuat nilai lebih untuk rumah makan itu sendiri. 



Di samping kelebihan yang telah kami sebutkan diatas, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki lagi baik dari segi penyajian, tempat, dan fasilitas yang menunjang kita untuk menyantap hidangan. Dari segi penyajian itu sendiri sudah sangat baik deberi lalapan berupa ketimun dan juga kol. Namun, rasanya belum lengkap untuk lalapannya itu sendiri. Dan jika dibandingkan dengan ayam geprek lainnya serasa berbeda dari lainnya karena tingkat kepedasan yang kami pilih dirasa sudah tinggi, namun rasa yang didapat kurang pedas dan dominan di rasa asin dari ayamnya itu sendiri. Kemudian utuk fasilitas arkir sendiri sudah cukup baik, namun bagi orng-orang yang membawa kendaraan beroda 4, sepertinya akan serasa sulit mengingat tidak adanya lahan parkir untuk mobil. Selain itu tissue yang disediakan disana sangatlah sedikit dan banyak tempat tissue yang kosong yang tidak diisi kembali setelah itu juga kamar mandi yang berada di rumah makan tersebut cukup bersih untuk digunakan. Namun, banyak tong-tong kosong dan alat alat lain yang membuat kamar mandi rumah makan tersebut terasa lebih sempit. Dan juga pelayannya yang sebenarnya sudah sangat baik dalam kecepatan penyajian hidangan, hanya saja pelayanan di “Ayam Geprek Mas Boy” disana kurang ramah dan kurang mudah senyum.



            Secara keseluruhan, kami merasa puas dengan rumah makan “Ayam Geprek Mas Boy” tersebut karena mereka menyajikan hidangan yang lezat dengan harga yang terjangkau, yang menurut kami jika dibandingkan dengan kelebihan yang dimiliki itu kekurangan yang didapat tidak terlalu terlihat.
           

Comments