Berkarya Bersama WeWo

Menepati program kerja 100 hari Gubernur Jawa Barat, pemerintah provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat menggelar sebuah pameran yang bernama Crafter’s Week yang berlangsung pada tanggal 1-4 November 2018 di Trans Convention Center, Trans Studio Mall Bandung. Acara ini juga dilaksanakan oleh PT. Ciptamedia Kreasi Mandiri. Pameran ini diramaikan dengan memamerkan hasil kriya dari seluruh penjuru Indonesia. Mulai dari batik, tenun, songket, suvenir, hiasan, dan berbagai karya lainnya. Terdapat kurang lebih 100 pengusaha yang ikut serta dalam pameran ini. Selain pameran, ada rangkaian acara lainnya dalam pameran ini, seperti fashion show, penampilan guest star, hingga workshop.



            Salah satu tempat workshop di Crafter’s Week ini adalah WeWo. WeWo sendiri adalah singkatan dari Weekend Workshop dimana secara harfiah diartikan sebagai workshop yang diadakan di akhir pekan. Pada acara Crafter’s Week ini, WeWo diundang langsung untuk turut serta mengisi acara ini. Walaupun mereka hanya memamerkan produk dari para tutor di WeWo, mereka tetap ikut mengisi acara ini.
WeWo sendiri pertama kali berdiri pada bulan Juni 2014 di Jakarta dan setelah itu membuka cabang di Bandung pada Februari 2015 hingga saat ini WeWo membuka cabang juga di BSD dan di Bogor untuk WeWo wisata. Menurut Devi, salah satu WeWo master yang bertempat di Bandung, WeWo ini bisa berdiri karena Devi dan teman-teman sekantornya senang membuat kriya di rumah. Namun, kegiatan ini hanya bisa dilakukan di akhir pekan sehingga lahirlah nama WeWo. Dari hobi inilah, muncul ide untuk membuat hal yang awalnya sekedar hobi menjadi sebuah alternatif kegiatan di akhir pekan.



            WeWo sendiri bukanlah penghasil kriya atau yang biasa disebut Crafter, tetapi mereka adalah sebagai fasilitator dari crafter-crafter tersebut sehingga para crafter dapat memberikan ilmunya kepada orang lain dan juga dapat memamerkan hasil kriyanya melalui WeWo. Di WeWo, ada 40 jenis workshop. Namun, tidak semuanya rutin dijalankan. Jenis workshop yang dijalankan itu biasanya mengikuti apa yang sedang ramai dibicarakan orang-orang pada saat itu. Di Bandung sendiri, workshop yang paling rutin dijalankan adalah seni, yaitu basic drawing dan watercolour dimana workshop ini dijalankan 2/3 bulan sekali dengan jangka 4 kali pertemuan.
      Walaupun menurut Devi selama hari Kamis dan Jumat Crafter’s Week ini kurang ramai dikunjungi orang-orang, baginya bisa turut serta mengisi acara ini sangatlah berkesan. Selain dapat memperkenalkan WeWo dan langsung melakukan workshop disana, Devi juga merasa dengan adanya Crafter’s Week ini, orang-orang dapat lebih mengenal lagi berbagai hasil kriya dari seluruh penjuru Indonesia dan lebih tertarik untuk membeli produk lokal.

Penulis: Adella Mahadewi Syahputri (210510170062)

Comments