“Keindahan Taman Balai Kota Bandung”




“Keindahan  Taman Balai Kota Bandung”

             Kala itu, hari Jumat tanngal 9 November 2018. Saat hujan turun dengan deras membahasahi Kota Bandung. Pada saat itulah tiga orang berjalan menembus derasnya hujan yang mengguyur kota ini. Turun dari sebuah grab di tepi jalan. Di seberang terlihat sebuah gerbang yang besar yang terbuka lebar.menyeberangi jalan dengan baantuan dari seorang satpam, langkah kaki ketiga orang tersebut tidak gentar melangkah di atas jalanan yang basah dan tergenang air.  Hingga akhirnya ketiga orang tersebut masuk ke dalam gerbang besar itu dan mendapati sebuah taman, Taman Balai Kota namanya.
Tepat hari Jumat lalu, saya bersama dua teman saya mengunjungi Taman Balai Kota karena mendapat rekomendasi taman yag indah di Kota Bandung. Suci, ialah yang merekomendasikannya kepada saya, karena ia sudah pernah mengunjunginya. Itulah dasar mengapa aku ingin mengunjungi Taman Balai Kota itu. Perjalananku bersama dua orang temanku ini dimulai dari Stasiun Rancaekek. Kami memutuskan untun menumpangi kereta aip dari Rancaekek menuju Bandung. Pertimbangannya cukup sederhana, karena lokasi Taman Balai Kota tersebut terletak tidak terlalu jauh dari Stasiun Kota Bandung. Harga tiket kereta juga terbilang sangat murah, hanya Rp 5000,- saja. Berbeda jauh apabila harus menaiki Damri atau travel jurusan Dipatiukur yang tarifnya bisa mencapai tiga kali dari tarif kereta.

             Sejak awal, cuaca di Bandung saat itu memang terlihat kurang bersahabat karena mendung. Namun kami masih berpikir positif bahwa hujan tidak akan turun. Kami melanjutkan perjalanan menuju gedung BRI yang ada di Jalan Asia Afrika untuk mengurusi suatu hal. Setelahnya kami melanjutkan kembali perjalanan menuju Taman Balai Kota. Namun sayang beribu sayang, saat akan naik ke dalam grab, hujan turun dengan derasnya. Sedikit kecewa dengan turunnya hujan, namun kami tetap elanjutkan perjalanan kami. Tarif grab dari kantor BRI menuju Taman Balai Kota tidaklah mahal hanya Rp 5000,-.




             Kami turun tepat di seberang gerbang masuk ke Taman Balai Kota. Sambil membuka payung, kami keluar dari grab tersebut dan menyeberangi jalalanan yang rmai dengan mobil meskipun hujan. Sepertinya mobil-mobil itu sama seperti kami bertiga yang tidak luntur semangatnya untuk beraktivitas di luar. Kesan pertama setelah memasuki gerbang itu, sedikit kecewa karena banyak sekali genangan air karena resapan air yang sangat kurang. Masuk lebih dalam, kami segera berteduh di dekat mushala untuk menunggu hujan sedikit lebih reda. Sayangnya  hujan tidak kunjung reda, hingga kami memutuskan untuk mulai berkeliling.






            Hal pertama yang membuat saya jatuh cinta dengan taman ini adalah kebersihannya. Tak terlihat sampai yang berserakan seperti di taman-taman yang lainnya. Cukup banyak objek menarik yang ada di Taman Balai Kota ini, hal pertama yang menarik perhatian adalah adanya patung badak yang berwarna putih. Tak jauh dari patung badak, terdapat monumen gembok cinta. Hal lain yang membuat saya tertarik adalah kursi-kursi taman yang tidak biasa. Di Taman Balai Kota ini, kursi tamannya bukan sesuatu yang punya sandaran seperti kursi taman pada umumnya. Namun hanya sebuah besi panjang yang dicat warna merah. Menurut saya sendiri, keputusan untuk menggunakan kursi seperti itu merupakan ide yang sangat baik untuk menyiasati taman yang tidak terlalu besar area bermainnya menjadi lebih luas. Selain itu, juga tersedia keran air siap minum yang tentunya masih berfungsi dengan baik. Dengan adanya keran air siap minum itu, merupakan hal yang sangat bagus, karena dengan itu pengunjung tidak perlu membeli air minum karena bisa membawa air minum dari rumah dan engisinya kembali botol minumnya yang secara tidak langsung mengurangi sampah plastik di Taman Balai Kota. Selain itu adanya tempat sampah3R semakin membuat saya jatuh cinta dengan taman ini karena sangan eco friendly.Setelah berkeliling kami mencari labirin yang sebenarnya menjadi tujuan utama kami untuk pergi ke Taman Balai Kota ini.





               Setelah berkeliling, akhirnya kami sampai pada labirin tersebut. Dalam pikiran kami sebelum berangkat, labirin yang ada adalah labirin yang rumit untuk diselesaikan. Namun ternyata setelah melihatnya langsung ternyata tidak, sedikit di luar ekspektasi. Karena labirin itu hanya membentuk lintasan lingkaran yang mengelilingi sebuah pohon besar. Namun kami tetap mencoba untuk masuk ke dalam labirin tersebut. Jalan di labirin tersebut cukup lebar. Namun karena hujan terdapat banyak sekali genangan air, mulai dari genangan kecil, hingga genngan setinggi 3-5 cm shingga air bisa masuk ke sepatu. Karena ada genangan air yang cukup tinggi dan tidak saya lewati, saya terpaksa mundur dan mencari pintu keluar yang lain. Mungkin adanya genangan tersebut disebabkan oleh saluran air yang tidak lancar, atau bahakan tidak ada karena saya sendiri tidak melihatnya.  Setelah keluar dari labirin tersebut kami memperhatikan sekeliling labirin itu untuk mencari tempat berfoto. Menarik sekali karena reruputan yang mengelilingi labirin itu tampak sangat segar karena terkena air hujan. Seteah menemukan tempat berfoto yang bagus di labirin kami berfoto dan setelah itu melanjutkan perjalanan kami.

               Kesan setelah mengunjungi Taman Balai Kota, saya merasa sangat senang. Walupun hari itu hujan turun dan membuat saya sedikit kecewa dengan taman itu. Namun ha itu juga yang membuat saya penasaran bagaiman susasana di Taman Balai Kota apabila cuacanya bagus. Lain waktu saya akan mengunjungi Taman Balai Kota ini kembali. Menurut saya taman ini sangat nyaman dan akan menyenangkan sekali bila datang ke sana untuk bersantai di akhir pekan bersama teman, kerabat atau juga keluarga.


Penulis: Vellencya Amanda-210510170053


Comments