Mengenang
Kembali Kota Batavia Lewat Fatahillah

Siapa yang tidak
mengenal kota Jakarta? Ibu Kota negara yang menjadi pusat perekonomian Indonesia
dan juga merupakan kota metropolitan yang tidak pernah tidur. Banyak cerita tersimpan
di kota yang dulunya bernama Sunda Kelapa ini. Cerita tentang perjuangan
kemerdekaan, bagaimana para pahlawan dahulu mempertahankan dan memperebutkan
kota ini demi keadilan umat dan bangsa Indonesia. Monumen Nasional menjadi
salah satu bukti keberhasilan yang dicapai oleh kota Jakarta ini. Museum-museum
yang ada juga menjadi salah satu bukti cerita tentang perjuangan para pahlawan
terdahulu.
Salah satu museum yang
saya kunjungi dan termasuk salah satu tempat yang memiliki nilai sejarah tinggi
adalah Museum Fatahillah atau nama lainnya adalah Museum Sejarah Jakarta.
Terletak di Jalan Taman Fatahillah no.1, Jakarta Barat, museum ini memiliki
luas lebih dari 1,300 meter persegi. Dulunya, bangunan museum ini merupakan
balai kota Batavia yang dibangun saat pemerintahan Belanda di tahun 1700-an.
Arsitektur bangunan Museum Fatahillah ini sendiri menyerupai Istana Dam yang
ada di Amsterdam, Belanda. Di tahun 1974, bangunan ini baru diresmikan sebagai
Museum Fatahillah.
Selain tempat bersejarah, museum
ini sendiri juga sering dijadikan pengunjung sebagai tempat atau objek untuk
berfoto-foto. Fasilitas yang ditawarkan juga sudah beragam, di museum ini
terdapat perpustakaan, kantin, gift-shop untuk membeli cendera mata atau
souvenir, Sinema Fatahillah yang digunakan untuk memutarkan film-film
dokumenter bersejarah, ruang pameran, dan juga memiliki Taman dalam yang
luasnya mencapai 1000 meter.
Daerah
yang menjadi lokasi berdirinya Museum Fatahillah ini sendiri juga menjadi salah
satu destinasi yang sering dipilih oleh masyarakat. Kota Tua sebutan untuk
lokasi yang tidak hanya berdiri museum bersejarah tetapi juga sekarang ini
sudah banyak memiliki tempat-tempat lain yang dapat dikunjungi oleh masyarakat
jika ingin mengisi waktu libur atau waktu luang mereka.
Jika
Anda tertarik dan juga ingin mengenang kembali masa-masa perjuangan kota
Batavia, Anda tidak perlu repot-repot memikirkan biaya yang ditarifkan untuk
memasuki museum ini karena Anda hanya perlu mengeluarkan uang Rp3,000-Rp5,000
saja untuk bisa merasakan kembali kota Sunda Kelapa.
Jihan Farhani Kurniawan
210510170051
Manajemen Komunikasi B
Comments
Post a Comment