Museum Fatahillah, Sejarah Batavia di Jakarta


Museum Fatahillah, Sejarah Batavia di Jakarta

            “Jangan lupakan sejarah”, dari sejarah kita belajar bagaimana perjuangan para pahlawan bangsa kita saat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, dengan mengetahui sejarah Negara ini kita bisa belajar untuk lebih menghargai para pahlawan, Jakarta atau dulu dikenal sebagai Batavia memiliki segudang cerita dan sejarah. Perjalanan sejarah Jakarta ini masih bisa kita temui di museum fatahillah yang terletak di  Kawasan Kota Tua, atau tepatnya di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat, kawasan kota tua sudah dari dulu menjadi pusat pemerintahan Batavia dan sekarang menjadi salah satu destinasi wisata di Jakarta yang masih mempunyai gedung-gedung tua peninggalan zaman penjajahan dulu . Di museum fatahillah kita bisa mempelajari banyak hal dari zaman pra-sejarah di jakarta hingga ke masa setelah kemerdekaan Indonesia di Jakarta seperti apa
            Museum fatahillah sendiri adalah nama popular yang dikenal oleh banyak orang nama resmi museum ini sendiri adalah museum sejarah Jakarta sehingga tidak salah jika museum fatahillah menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunnjungi tidak hanya dari wisatawan luar namun juga warga Jakarta itu sendiri. Untuk harga masuk sendiri tidak perlu mengeluarkan banyak biaya, dengan Rp.5000, pengunjung sudah bisa menikmati pejalanan sejarah ibukota Indonesia. Untuk perjalanan ke museum fatahillah menggunakan trasnportasi umum seperti KRL commuterline dan Transajakarta merupakan pilihan yang sangat tepat karena sangat susahnya mencari lahan parkir tidak direkomendasikan untuk membawa kendaraan pribadi.

.

         Gedung Museum yang berdiri saat ini awalnya merupakan Balai Kota (Stadhuis) yang diresmikan oleh Gubernur Jendral Abraham Van Riebeeck pada tahun 1710, dibuat dengan gmegah untuk menunjukan kebesaran dari pemerintahan belanda itu sendiri. Pada awal memasuki museum pengunjung akan menemukan sejarah Jakarta pada penjajahan belanda dan ditamplakn juga perkembangan Jakarta dari masa ke masa seperti dari Kota Pelabuhan Sunda Kelapa hingga kita kenal dengan  Kota Metropolitan DKI Jakarta seperti sekarang ini, Diantara koleksi yang penting untuk diketahui masyarakat adalah Prasasti Ciaruteun peninggalan Tarumanagara, Meriam Si Jagur, Patung Dewa Hermes, sel tahanan dari Untung Suropati (1670) dan Pangeran Diponegoro (1830). Ada pula lukisan Gubernur Jendral VOC Hindia Belanda dari 1602-1942.


Di bagian tengah museum dapat ditemui taman yang biasanya digunakan pengunjung untuk beristirahat setelah berkeling musem atau berfoto untuk mengabadikan momen, di sini juga terdapat kantin yang banyak menjual makanan serta minuman yang menarik dari kantin ini adalah banyaknya makanan yang sudah jarang di temui di Jakarta sendiri seperti Es Selendang Mayang yang segar
            Dengan kemgahan dan besarnya museum fatahillah juga memiliki sisi kelam karena dibawah museum fatahillah terdapat penjara yang digunakan pada masa penjajahan belanda untuk menahan rakyat Indonesia, sangat terasa dan terlihat bagaimana penderitaan rakayat Indonesia dan juga bagimana kejamnya penjajahan belanda dapat dilihat dari ukuran penjara yang kecil namun digunakan untuk menampung banyak tahanan sehingga banyak tahanan yang meninggal karena tidak adanya ruang unttuk bergerak dan kesulitan bernafas di dalam penjara.
Walaupun di masa sekarang tempat wisata seperti museum sudah kurang diminati oleh sebagian orang namun tidak ada salahnya kita mencoba untuk tidak melupakan sejarah terlebih sejarah Negara Indonesia Karena dari sejarah kita dapat belajar agar menjadi lebih baik dan tidak mengulangi kesalah yang telah pendahulu kita lakukan.



Ditulis oleh Muhamad Alif Rifki (210510170085)

Comments