Nongkrong dan Nugas yang Menginspirasi


         Sebagai mahasiswa, ada dua hal yang biasa dilakukan di luar kegiatan akademik dan organisasi, yaitu nongkrong atau nugas. Kalau mengerjakan tugas, biasanya mahasiswa betah berlama-lama untuk duduk di kafe, restaurant atau di perpustakaan. Lain halnya dengan nongkrong, menghabiskan waktu luang bersama sahabat atau sendirian itu bisa dilakukan di mana saja yang nyaman dan menyenangkan, dari kafe yang hits sampai tempat duduk di kampus bisa dijadikan tempat nongkrong. Namun, bagaimana kalau pameran seni bisa jadi tempat nongkrong atau nugas yang asik?

         Awal November 2018 lalu, penulis berkesempatan untuk mengunjungi Nu Art Sculpture Park yang terletak di Jalan Setraduta Raya No. L6, Ciwaruga, Bandung, Jawa Barat. Nu Art Sculpture Park adalah ruang public yang menyediakan museum karya seni Nyoman Nuarta, sang pendiri Nu Art Sculpture Park, galeri seni dan tempat pertunjukan seni lain. Penulis yang berasal dari Jatinangor, Jawa Barat, memilih untuk menggunakan jasa travel untuk menuju ke Nu Art Sculpture Park.

          Penulis memilih travel jurusan Bandung dan turun di sebrang Mall BTC yang ada di Jalan Doktor Junjungan. Dari sana, penulis memesan taksi online untuk mencapai Nu Art Sculpture Park, jaraknya sekitar 6 kilometer dan membutuhkan waktu tempuh sekitar 30 menit. Penulis menyarankan bagi kalian yang ingin mengunjungi Nu Art Sculpture Park untuk menggunakan kendaraan pribadi atau jasa transportasi online karena lokasinya yang terletak agak jauh dalam sebuah komplek dan tidak ada transportasi umum yang melintas.


           Sebelum sampai di Nu Art Sculpture Park, pengunjung akan disambut dengan beberapa patung menakjubkan yang ada di sepanjang jalan komplek. Untuk dapat masuk ke dalam Nu Art Sculpture Park, pengunjung dikenakan biaya tiket sebesar Rp50.000 untuk pengunjung dewasa dan Rp25.000 untuk anak-anak atau pelajar dan mahasiswa. Tiketnya berbentuk sticker yang wajib ditempel pada pakaian pengunjung. Terdapat pula beberapa aturan yang harus ditaati pengunjung, di antaranya: dilarang membawa makanan dan minuman dari luar, dilarang menyentuh karya seni dan dilarang memotret dengan flash.


            
      Ketika memasuki Nu Art Sculpture Park, penulis langsung disambut oleh berbagai karya yang menakjubkan. Sebagian besar karya yang dipamerkan adalah milik Nyoman Nuarta, sang pendiri museum. Karya-karyanya terbuat dari berbagai material seperti kuningan, tembaga, besi, hingga resin dan dipamerkan di lantai 1, lantai 2, dan di berbagai titik wilayah outdoor.



            
           
       Wujud karya patung yang dipamerkan di Nu Art Sculpture Park sangat beragam. Mulai dari bentuk yang terkesan abstrak, bentuk hewan, hingga bentuk manusia. Banyak karya Nyoman Nuarta yang cukup mudah untuk dipahami maknanya, namun tak sedikit juga yang menuntut pengunjung untuk mengeksplorasi maknanya lebih dalam.

       
      Tidak banyak pengunjung yang ada ketika penulis datang ke Nu Art Sculpture Park. Namun, penulis berhasil mewawancarai sepasang kekasih yang terlihat asyik berfoto. Rangga (21) dan Sarah (20) menuturkan bahwa ini adalah kali pertama mereka berkunjung ke Nu Art Sculpture Park. Menurut mereka suasana Nu Art Sculpture Park sangat menyenangkan dan tidak membosankan karena terdapat wilayah outdoor dan indoor. Mereka juga berkata bahwa karya seni yang dipamerkan cukup “Instagram-able”, sehingga sayang bila mereka tidak mengambil banyak foto di Nu Art Sculpture Park.

            Penulis sependapat dengan Rangga dan Sarah, suasana dalam Nu Art Sculpture Park memang sangat nyaman. Terdapat pula tempat duduk yang cukup banyak, sebuah kafe dan sebuah restoran. Penulis langsung terpikir bahwa tempat ini cocok untuk mengerjakan tugas atau nongkrong asyik sambil mencari inspirasi dan hiburan dari karya-karya yang dipamerkan di dalamnya.
            
           Copper & Brass adalah kafe atau toko kopi yang terdapat di area indoor Nu Art Sculpture Park. Kafe ini menawarkan berbagai minuman kopi, jus, dan roti dengan kisaran harga mulai dari Rp20.000 sampai Rp40.000. Pada kesempatan hari itu, penulis memesan segelas Ice Café Latte seharga Rp32.000. Menurut penulis, harga makanan dan minuman yang dijual cukup terjangkau untuk kafe yang berada di tempat wisata dan rasanya pun enak.



            Suasana kafe Copper & Brass sangat nyaman. Pengunjung dimanjakan oleh pemandangan alam yang terlihat dari kaca yang mengelilingi kafe. Terdapat juga akses wifi gratis yang semakin membuat pengunjung betah untuk duduk berlama-lama di sana. Setelah puas beristirahat sambil menikmati kopi di Copper & Brass, penulis mencoba untuk menjelajahi area outdoor Nu Art Sculpture Park.

            Area outdoor Nu Art Sculpture park sangat sejuk dengan banyak pohon rindang dan bunga-bunga yang menghiasinya. Terdapat beberapa patung yang dipajang dan banyak tempat yang bisa digunakan pengunjung untuk duduk dan bersantai. Saking nyamannya, penulis sempat merasa seperti berada di tempat rekreasi keluarga.


Di area outdoor, pengunjung juga dapat menemukan sebuah restoran dengan interior yang menarik bernama Laxmi. Laxmi menawarkan menu makanan khas Indonesia dengan penyajian yang menarik. Sayangnya, penulis tidak sempat untuk mencicipi makanan di sana.

Dari kunjungan penulis ke Nu Art Sculpture Park, penulis dapat dengan optimis mengatakan bahwa tempat tersebut adalah alternatif nongkrong atau nugas yang keren. Pengunjung dapat mengapresiasi dan mencari inspirasi dari karya seni yang dipamerkan, duduk santai sambil menikmati minuman dan makanan dari kafe dan restoran yang ada, atau menikmati suasana dan mengerjakan tugas di tempat-tempat duduk yang disediakan di sana. Jadi, agar kegiatan nongkrong dan nugas kalian tidak membosankan, yuk coba berkunjung ke Nu Art Sculpture Park!

Penulis: Kevin Wahyu Setiawan 210510170064

Comments