TAMAN SEJARAH BANDUNG
Siapa
yang tidak tahu Kota Bandung? Ibu kota Provinsi Jawa Barat ini sangat sering
dikunjungi orang-orang untuk berbelanja di factory
outlet, atau untuk sekedar menikmati udara sejuk khas dataran tinggi sambil
menikmati makan di restoran yang banyak jumlahnya. Tetapi, tahukah kalian bahwa
ada banyak sekali tempat menarik di Bandung yang bisa kita kunjungi selain
restoran dan factory outlet?
Ada banyak sekali tempat menarik
di Bandung yang bisa kita kunjungi. Seperti Museum Konferensi Asia Afrika,
Alun-Alun Kota Bandung, dan Balai Kota Bandung. Selain itu, ada juga berbagai
taman unik yang bisa kita kunjungi. Seperti Taman Film, Taman Lalu Lintas,
Taman Persib, Taman Lansia, dan Taman Sejarah Bandung.
Suasana
Taman Sejarah Bandung pada malam hari
Taman Sejarah Bandung adalah sebuah taman yang terletak di Jalan Aceh
nomor 53, Babakan Ciamis, Kota Bandung, Jawa Barat. Taman ini berisikan sebuah
karya seni yang panjang ditempel di tembok. Karya seni ini bercerita tentang
asal usul Kota Bandung. Ada juga karya seni dari kaca yang
menceritakan tentang perjalanan Kota Bandung selama dipimpin oleh
walikota-walikota yang telah menjabat. Ada juga sebuah kolam kecil yang
dibelakangnya ada tembok dengan lukisan Kota Bandung. Selain itu, taman ini
ternyata juga menyelipkan beberapa trivia
tentang Kota Bandung di beberapa bagian di taman ini, seperti di bangku
kayu, di salah satu lantai, bahkan di lampu taman.
Suasana
kolam pada malam hari
Foto
karya seni berjudul “ Sejarah Bandung di Era Wiranatakusumah”
Ketika saya berkunjung ke Taman Sejarah Bandung bersama dua teman saya,
Ihsan dan Intan, kami sempat mewawancarai seorang petugas bernama Pak Asep. Pak
Asep mengatakan bahwa taman ini mengatakan bahwa taman ini dulunya merupakan
lapangan parkir. Namun, akhirnya diubah menjadi taman dan dibuka untuk umum
pada tahun 2017. Pak Asep mengatakan
bahwa taman yang merupakan bagian dari Balai Kota ini dibuat untuk mengenang
kembali sejarah Kota Bandung, tokoh-tokoh yang sudah membesarkannya, masa
keemasannya, dan juda ikon-ikonnya.
Menurut Pak Asep, taman ini dibuka dari hari selasa sampai hari minggu.
Pada hari Senin, taman ini tutup untuk keperluan perawatan. Perawatan ini,
seperti yang dikatakan Pak Asep, dibiayai oleh pemerintah. Selain itu, taman
ini juga dilengkapi dengan CCTV dan pengamanan dari security.
Suasana taman pada saat kami
berkunjung sangat sepi. Wajar saja, saat kami melakukan kunjungan, hari sudah
sore dan saat itu hujan sedang turun. Tetapi, Pak Asep mengatakan bahwa Taman
Sejarah Bandung ini sering dikunjungi, terutama oleh anak sekolah, di pagi
hari. Mereka biasanya datang dalam rangka acara sekolah. Wawancara ini pun
ditutup dengan pesan Pak Asep untuk kegiatan sekolah. tidak melupakan sejarah,
dan untuk selalu menjaga kebersihan Kota Bandung.
Foto karya seni kaca
Ditulis Oleh :
Sutan Dzabian
Manajemen Komunikasi B 2017
210510170056




Comments
Post a Comment