Wisata Swafoto bertajuk Cinema Art di MoJA Museum


Wisata Swafoto bertajuk Cinema Art di MoJA Museum
oleh Aliya Nurfakhira – 210510170057 – Dasar Penulisan Mankom B 2017

Salah satu jenis wisata yang sedang menjamur belakangan ini merupakan ‘wisata selfie’. Banyak wisatawan yang sengaja mengunjungi suatu tempat hanya semata-mata untuk berfoto, kemudian membagikannya ke media sosial. Dengan ramainya animo masyarakat mengenai hal ini, MoJA Museum memanfaatkannya dengan baik dengan membuat sebuah museum satu arah, diisi dengan berbagai macam instalasi yang unik, sehingga menarik perhatian pengunjung dan membuat pengunjung ingin berfoto didepan instalasi tersebut.

MoJA Museum merupakan museum yang baru saja buka beberapa minggu yang lalu, terletak di Jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan. Selang beberapa hari sejak dibuka, museum ini sudah kedatangan banyak sekali pengunjung. MoJA Museum menawarkan beberapa titik untuk berfoto bertajuk cinema art. Untuk mengunjungi instalasi di museum ini, satu orang pengunjung dewasa dikenakan biaya Rp100.000,00 untuk kunjungan pada hari kerja, dan Rp125.000,00 pada hari libur.

Ketika memasuki museum, pengunjung akan disambut oleh salah satu penjaga instalasi yang hendak membacakan peraturan di MoJA Museum ini. Adapun peraturannya adalah dilarang memanjat instalasi, dilarang merokok, dilarang berlari, diharuskan selalu berjalan satu arah dan tidak boleh kembali ke instalasi sebelumnya, dan dilarang memindahkan barang-barang di instalasi.



Ruangan pertama yang akan dimasuki pengunjung merupakan instalasi yang berjudul “Charlie and the Millenial Pink Candy Room.” Ruangan ini merupakan ruangan berbentuk persegi, dengan cat tembok yang berwarna merah jambu. Salah satu sisi dari ruangan tersebut ada yang dihias dengan dekorasi menyerupai permen jeli atau jelly beans, di sisi yang lain terdapat illustrasi monster musuh Pac-Man, dan terdapat seorang penjaga instalasi yang membagikan permen kepada pengunjung.

 

Instalasi selanjutnya berjudul “Ready Player MoJA” Instalasi ini dilengkapi empat buah dummy yang menirukan permainan arcade pada tahun sembilan puluhan. Keempat dummy tersebut menampilkan beberapa permainan ikonik pada masanya, diantaranya Megaman, Mario Bros, Street Fighter. Dalam instalasi ini, warna yang mendominasi pada ruangan ini ialah merah, kuning, hijau, dan biru.

 

Memasuki ruangan berikutnya, instalasi berikutnya berjudul “Flower Gump.” Instalasi ini hanya merupakan titik untuk berfoto, dimana terdapat bunga-bunga berwarna-warni yang digantungkan di atas langit ruangan. Disebelahnya, terdapat ruangan dengan instalasi serba warna merah yang diberi nama “Catch Me If Lion Can”, dan dibawahnya terdapat bean bag berukuran besar, sehingga pengunjung bisa berbaring diatasnya. Di dindingnya terdapat lampu neon bertuliskan “Lion Parcel”, dapat diketahui bahwa ruang bean bag ini disponsori oleh perusahaan Lion Parcel. 

 


Ruangan setelah ini dinamakan “Colorception.” Ruangan ini memiliki nuansa warna yang unik. Semuanya serba di cat putih, namun bagian bawahnya di cat berwarna biru muda, sehingga ruangan ini setengah putih, setengah biru. Menuju ruangan berikutnya, yang disebut “(500) Seats of Summer.” Nama ini merupakan plesetan dari film romansa terkenal yaitu (500) Days of Summer. Ruangan tersebut berbentuk seperti amfiteater, menyerupai podium kursi, dengan dipasang sejumlah kursi, dengan dinding yang dihiasi grafiti dan mural ala Bronx, New York.

 


Terus jalan maju, pengunjung akan menemui ruangan dengan nuansa serba putih, namun pada salah satu dinding digambar pelangi. Ruangan tersebut juga tergantung pula beberapa set ayunan yang juga di cat dengan tujuh warna pelangi. Lantai pada ruangan ini diramaikan dengan kapas dan dacron, sehingga tercipta kesan bahwa pengunjung berada di atas awan. Ruangan ini dinamai “Cloudy with a Swing of Happiness.” Pada ruangan ini dan ruangan selanjutnya, alas kaki pengunjung diwajibkan untuk dilepas.
Ruangan selanjutnya bertajuk “Captain Snowman’s Underpants.”  Ruangan ini merupakan ruangan berbentuk persegi, berwarna serba putih, namun pada dinding dan lantainya dipenuhi ilustrasi tanpa warna. Disediakan beberapa kotak spidol dengan berbagai warna, dan pengunjung diperkenankan mewarnai ilustrasi tersebut, atau sekadar mencorat-coret lantai dan tembok ruangan ini. Ruangan ini berkolaborasi dengan produk spidol yaitu Snowman. Namun sayangnya, dibandingkan ilustrasi yang menjadi berwarna, ruangan ini malah dipenuhi dengan coret-coretan username Instagram pengunjung yang berharap akunnya bertambah pengikut.



Bergerak ke ruang selanjutnya, pengunjung diharuskan kembali menggunakan alas kaki. Ruangan berikutnya diberi nama “Guardians of the Projected Universe,” yang nama tersebut merupakan plesetan dari salah satu film Marvel Studios yaitu Guardians of the Galaxy. Ruangan ini merupakan ruang persegi kecil dan gelap, dihiasi hanya satu sumber penerangan, yaitu sebuah proyektor yang memproyeksikan video dengan visual yang penuh estetika. Namun sayangnya, karena ruangan gelap, tidak ada penjelasan mengenai maksud dari instalasi ini.

 


Instalasi selanjutnya berada pada ruangan yang bernama “The Godfather’s Red Room.” Ruangan ini gelap, hanya diberi pencahayaan lampu neon berwarna merah bertuliskan kalimat “You’re my Million Dollar View.” Pada dinding, ditempelkan beberapa poster dan flyer dengan berbagai tema dan ilustrasi. Disebelahnya, terdapat ruangan bernama “School of Disco.” Pada ruangan ini, MoJA Museum ingin memberi pengalaman berdisko seperti pada era tahun sembilan puluhan, dengan menyetel lagu dengan kencang. Dinding pada ruangan ini dihiasi dengan kertas crepe berwarna metalik. Tidak lupa lampu disko juga bergantung di atas, menambah kesan disko pada ruangan ini.
 

Ruangan selanjutnya berjudul “The Pursuit of Butter.” Pada ruangan ini, pengunjung dibatasi hanya boleh bermain selama tiga menit di dalam instalasi. Instalasi pada ruangan ini sendiri berupa kolam mandi bola dengan bola hanya berwarna kuning dan putih, layaknya pop corn. Yang mengisi kolam ini tidak hanya anak-anak dibawah umur, namun juga para remaja, dewasa muda, dan orang-orang tua. Pada akhir permainan dan ketika hendak bertolak ke ruangan selanjutnya, penjaga instalasi memberikan pengunjung sebuah sampel pop corn dengan rasa yang asin.

 

Ruangan selanjutnya yaitu “Life of MoJA”, terdapat instalasi seni berupa dekorasi kapal yang banyak, seperti pada film Life of Pi. Yang membuat unik, dinding pada ruangan ini dilengkapi dengan cermin, sehingga pengunjung bisa melakukan mirror selfie pada setiap sisi ruangan ini.

 


Ruangan terakhir pada MoJA Museum dinamai “Marie Me!” Ruangan ini bekerja sama dengan biskuit Marie. Hal menarik dari ruangan ini adalah terdapat spot berfoto dengan kertas-kertas mengkilap yang beterbangan. Uniknya, kertas yang beterbangan ini merupakan potongan bungkus biskuit Marie. Pada instalasi ini, juga terdapat penjaga yang menawarkan sampel gratis biskuit Marie.

Secara keseluruhan, MoJA Museum menawarkan wisata swafoto yang tentunya tidak akan terlupakan oleh para pengunjungnya. Judul ruangan yang menarik dan merupakan plesetan dari beberapa film Hollywood terkenal juga menambah kesan humor pada museum ini. Namun sungguh disayangkan menurut Hani, salah satu pengunjung MoJA Museum, walaupun instalasi yang ditawarkan menarik perhatian dan terbilang “instagrammable”, namun beberapa pengunjung terkesan ingin menang sendiri, dan tidak mau mengalah untuk bergantian untuk berfoto di beberapa spot. Walaupun demikian, Hani berkata bahwa walaupun ia mengeluarkan cukup banyak uang untuk mendatangi museum ini, pengalaman yang ditawarkan oleh MoJA Museum tidak akan ia lupakan. 

Comments