Wisata Jungkir Balik di Tengah Kota
           
            Bandung selalu menjadi destinasi wisata  terbaik bagi mahasiswa Universitas Padjadjaran yang berkuliah di Jatinangor termasuk saya. Lokasi yang strategis, tempat wisata  yang beraneka ragam, serta biaya transportasi yang murah membuat mahasiswa memilih menghabiskan  waktu dengan berakhir pekan di kota ini. Akhir pekan adalah waktu yang tepat untuk sekadar melepas lelah dari segala hiruk pikuk tugas dan kegiatan kemahasiswaan di kampus. Siapa sih yang tidak suka jalan-jalan alias travelling? Apalagi jika ditemani oleh keluarga atau sahabat, perjalanan jalan-jalan kita pasti akan terasa lebih menarik dan menyenangkan bersama mereka.
            Beberapa waktu yang lalu, tepatnya 31 Maret 2018 saya mengunjungi salah satu tempat wisata yang sedang hits  di Kota Bandung bersama keluarga saya yang kebetulan sedang liburan ke Bandung. Saya berangkat dari Jatinangor pukul 08.00 WIB menggunakan travel Geulis pemberentian Dipatiukur. Sebelum pergi saya sempatkan menyantap sarapan kesukaan saya yaitu lontong kari. Sepanjang perjalanan saya tidak sabar bertemu keluarga dan menikmati travelling di sekitar Kota Bandung. Sesampainya di Dipatiukur, saya menghubungi keluarga agar menjemput saya di gerbang Unpad Dipatiukur. Selang beberapa waktu kemudian, keluarga saya datang dan kamipun memulai perjalanan ini.
            Sebenarnya ada begitu banyak destinasi wisata yang ingin kami kunjungi. Namun, kali ini kami penasaran pada sebuah tempat wisata terbilang baru dan unik yang  berlokasi di tengah kota Bandung, tepatnya di Jl. H. Wasid No.31(Dipatiukur), Lebakgede, Coblong. Nama tempat wisata ini adalah Upside Down World Bandung. Sesuai dengan namanya tempat ini menghadirkan konsep wisata jungkir balik ala-ala melayang di atas atap atau perabotan sebuah rumah. Sebelumnya saya juga pernah melihat orang lain mengupload foto konsep jungkir balik ini media sosial mereka, sekarang saya bersama keluarga tertarik merasakan juga sensasi berfoto jungkir balik. Sebelum masuk  ke dalam rumah ini kita harus merogoh kantong sebesar 100.000 untuk dewasa dan 50.000 bagi anak-anak. Satu hal lagi jangan sampai lupa untuk kita bawa adalah kamera HP atau yang  bagus pakai kamera DSLR supaya hasil jepretan akan terlihat lebih nyata dan keren. Karena daya tarik utama tempat ini ialah spot-spot foto unik dan gokil. Jadi, sangat cocok bagi para instagramable sebagai koleksi foto postingan terbaru nantinya.         

Begitu memasuki ruangan pertama rumah terbalik, Saya takjub akan dekorasi ruangan berupa perabotan-perabotan rumah yang begitu  rapi dan detail. Setidaknya ada 10 ruangan berbeda yang bisa dijadikan spot foto. Mulai dari ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur, ruang makan, dapur, kamar mandi dan masih banyak lagi. Setiap sudut ruangan cocok dijadikan spot-spot foto.  Kebetulan saya membawa kamera DSLR dalam perjalanan kali ini jadi setiap moment bisa terabadikan dengan baik. Jika ingin berfoto full team sama keluarga atau sahabat jangan khawatir karena di Upside Down World juga ada pihak petugas yang berperan sebagai guide assistant yang akan membantu kita mengambil foto-foto keseruan bareng keluarga.
Sayangnya, saya dan keluarga suka bingung memilih gaya dan pose yang bagus dan menarik. Dibalik background yang bagus, kemampuan mengimajinasikan gaya juga dibutuhkan. Alhasil, untuk satu ruangan kami bisa melakukan pergantian pose 3-5 kali karena merasa pose pertama belum totalitas. Bahkan ada beberapa spot foto yang tidak ada pose bagus sama sekali. Meskipun demikian, keseruan bareng keluarga dalam menjelajahi ruangan demi ruangan di Upside Down World Bandung menjadi kenangan tersendiri bagi saya seorang mahasiswa rantau yang jarang berakhir pekan bersama keluarga. Setelah merasa cukup lelah berfoto ria, pukul 13.00 kami memutuskan mencari tempat makan dan shalat zuhur. Setelah itu, kami kembali melanjutkan perjalanan ke tempat wisata lain yang ada di daerah Bandung. Perjalanan akan terasa menyenangkan apabila bersama orang-orang yang kita cintai.

Penulis : Adhiya Inayah (210510170061)


Comments